Sabtu, 25 Juli 2015

Berdiri di Malam Hari



          


“Ingat pesan bapak ini ya, Anak-anakku…”

Pandangannya temaram namun teduh. Tubuhnya ringkih. Bukti dari perjuangan dakwah puluhan tahun.

“Malam. Ketika malam menjelang, mereka yang teramanahi dakwah akan memilih bangkit dari peraduan dan berdiri di hadapan Rabb semesta Alam. Ingatlah Firman Allah ta’ala,

                               وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (Al-Isra’ QS 17 : 79)

apa yang menghalangi kita dari solat malam? Sedangkan orang-orang sebelum kita telah menjadikan solat malam sebagai nutrisi harian. Jangan sampai kalian lalai, anak-anakku. Shalat malam adalah kebutuhan yang urgent bagi seorang muslim, terlebih para juru dakwah. Dengannya yang lemah terkuatkan, yang hina teragungkan, dan derajat-derajat terangkat. Maka perhatikanlah, Semoga Allah memberi kalian taufik.”

Doakan kami, pak. Doa bapak sangat berarti bagi kami.

As-Surbawi
9 Syawwal 1436

Tidak ada komentar:

Posting Komentar