Selasa, 30 Agustus 2016

Mengapa sulit belajar agama?





Merasa kesulitan dalam belajar agama? Mungkin 3 hal ini bisa kita jadikan bahan evaluasi.

1. Ilmu adalah karunia Allah bagi hamba-Nya. Hati adalah wadah ilmu. Jika wadah kita masih kotor, bagaimana mungkin akan kita gunakan untuk menampung ilmu Allah yang jernih?

Bersihkan hati dari menduakan Allah, dari mengada-ada atas nama-Nya, dan dari sikap tidak tahu malu untuk berbuat maksiat sedangkan Ia selalu melihat kita.

2. Jangan menunda. Jangan lari dari kenyataan. Walaupun kita telat memulai, jangan jadikan itu alasan untuk tidak belajar mengenal-Nya. Tidak ada gunanya lari atau menunda jika akhirnya harus kita hadapi juga. Mulailah dari sekarang, maka suatu saat kita akan sampai. Kalaupun tidak, bukankah kita ingin menemui-Nya dalam keadaan kita sedang menuju-Nya?

3. Sabar dalam belajar. Yakin akan Janji-Nya. Ilmu itu seakan samudera yang tak bertepi. Padang yang begitu luas. Dan jalan yang tak memiliki akhir. Tetapi, ilmu ada tahapan dan tingkatannya. Mulailah dari yang dasar. Setapak demi setapak. Maka ilmu itu akan kokoh dan menetap. Hingga Allah bantu kita memberi manfaat untuk diri sendiri dan umat yg sedang menangis.

Jangan sampai lamanya waktu belajar membuat kita putus asa... karena

إنه من يتق و يصبر فإن الله لا يضيع أجر المحسنين...

"Sungguh, barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik" (QS 12: 90)

Berikanlah yang terbaik, lalu serahkanlah hasilnya kepada Allah ta'ala, dan yakinlah dengan apa yang Allah janjikan,

و الذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا و إن الله لمع المحسنين...

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari) keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. 29:69)

371127
Hamzah Surbawi

sumber gambar: http://www.pngpix.com/wp-content/uploads/2016/03/Quran-PNG-image.png

Tidak ada komentar:

Posting Komentar