Seringnya seperti ini:
Ikhwan (atau akhwat)
pengajian ---» Bisa bahasa arab ---» Hafal sebagian dari Kitabullah ---» Hafal
sebagian hadits ---» Memiliki "secuil" wawasan tentang ilmu agama
---» Kebelet dakwah.
Secara langsung maupun tulisan. Atau memang dari awal
hanya ingin memaksimalkan keanggunan lisan dan eloknya tarian jari tangan.
Nah loh. Kalau sudah kebelet
gmana? Pengen -banget- nulis. Tapi gimana ya?
"Nggak ada inspirasi . .
. "
"Bingung mulai dari
mana."
Come on mas bro. Life must go
on. Yang harus ditentukan pertama adalah jawaban dari kata tanya "Kenapa?"
Kenapa anda menulis?
Banyak alasan di sana. Dakwah.
Mengulang apa yang pernah kita pelajari. Melatih diri. Macam-macam.
Kalau memang tujuan awal anda
"hanya" berdakwah, maka waspadalah. Jangan berbicara tentang agama
tanpa dasar. Apa anda akan berkoar-koar banyak bicara sedang diri anda sendiri
gersang dari aliran sejuk ilmu agama? Lebih baik anda pikirkan itu beribu kali
sebelum mencoba.
Tapi. Kalau tujuan awal anda
"hanya" mengelokkan permainan pena, kenapa tidak? Comotlah sebuah
tema. Liukkan jemari. Nikmati. Jujur, anda akan ketagihan. Kalau anda rasa
menginspirasi, cobalah bagikan di tempat semi-umum. Seperti blog, facebook, dan
sebagainya. Biarkan orang lain membacanya. Ayolah, belajar menyampaikan
pendapat itu bukan sesuatu yang buruk kan?
Baca. Baca. Baca. Bacalah apa
yang anda suka tanpa datangkan murka Rabb anda. Kalau kelakuan anda datangkan
murka-Nya, apa guna? Terus baca. Dan tulislah. Semoga sebutir yang kau letakkan
di situ menjadi pemberat timbangan kebaikanmu di hadapan-Nya.
Perumahan
Pondok Indah, Jakarta Selatan.
11/07/1435 08.56 WIB
sumber gambar: http://www.dertz.in/wallpapers/files/waiting%201440x1280-554.jpg

Tidak ada komentar:
Posting Komentar