Senin, 19 Mei 2014

Menunggu Dalil


Seringnya seperti ini:

Ikhwan (atau akhwat) pengajian ---» Bisa bahasa arab ---» Hafal sebagian dari Kitabullah ---» Hafal sebagian hadits ---» Memiliki "secuil" wawasan tentang ilmu agama ---» Kebelet dakwah. 

Secara langsung maupun tulisan. Atau memang dari awal hanya ingin memaksimalkan keanggunan lisan dan eloknya tarian jari tangan.

Nah loh. Kalau sudah kebelet gmana? Pengen -banget- nulis. Tapi gimana ya?

"Nggak ada inspirasi . . . "

"Bingung mulai dari mana."

Come on mas bro. Life must go on. Yang harus ditentukan pertama adalah jawaban dari kata tanya "Kenapa?"

Kenapa anda menulis?

Banyak alasan di sana. Dakwah. Mengulang apa yang pernah kita pelajari. Melatih diri. Macam-macam.

Kalau memang tujuan awal anda "hanya" berdakwah, maka waspadalah. Jangan berbicara tentang agama tanpa dasar. Apa anda akan berkoar-koar banyak bicara sedang diri anda sendiri gersang dari aliran sejuk ilmu agama? Lebih baik anda pikirkan itu beribu kali sebelum mencoba.

Tapi. Kalau tujuan awal anda "hanya" mengelokkan permainan pena, kenapa tidak? Comotlah sebuah tema. Liukkan jemari. Nikmati. Jujur, anda akan ketagihan. Kalau anda rasa menginspirasi, cobalah bagikan di tempat semi-umum. Seperti blog, facebook, dan sebagainya. Biarkan orang lain membacanya. Ayolah, belajar menyampaikan pendapat itu bukan sesuatu yang buruk kan?

Baca. Baca. Baca. Bacalah apa yang anda suka tanpa datangkan murka Rabb anda. Kalau kelakuan anda datangkan murka-Nya, apa guna? Terus baca. Dan tulislah. Semoga sebutir yang kau letakkan di situ menjadi pemberat timbangan kebaikanmu di hadapan-Nya.

Perumahan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

11/07/1435 08.56 WIB 

sumber gambar: http://www.dertz.in/wallpapers/files/waiting%201440x1280-554.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar